<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>blue team Arsip - Bhineka blog</title>
	<atom:link href="https://blog.bhineka-tech.org/category/blue-team/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://blog.bhineka-tech.org/category/blue-team/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Dec 2024 23:45:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator>

<image>
	<url>https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/logo-bintek-min.jpg</url>
	<title>blue team Arsip - Bhineka blog</title>
	<link>https://blog.bhineka-tech.org/category/blue-team/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Implementasi Snort Pada Real Publik Server</title>
		<link>https://blog.bhineka-tech.org/2024/12/26/implementasi-snort-pada-real-publik-server/</link>
					<comments>https://blog.bhineka-tech.org/2024/12/26/implementasi-snort-pada-real-publik-server/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[cicak]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2024 23:45:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[blue team]]></category>
		<category><![CDATA[cloud]]></category>
		<category><![CDATA[intrusion detection system]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[operating system]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://blog.bhineka-tech.org/?p=447</guid>

					<description><![CDATA[<p>hai semua apa kabarnya 😀 selamat natal dan tahun baru ya bagi yang merayakan :3 pada blog kali ini aku akan membahas snort. Snort adalah sistem deteksi intrusi jaringan Open Source yang diciptakan oleh pendiri Sourcefire dan mantan CTO Martin Roesch. Cisco kini mengembangkan dan mengelola Snort. Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Snort_(software) Apa itu Snort? Snort disebut sebagai packet [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://blog.bhineka-tech.org/2024/12/26/implementasi-snort-pada-real-publik-server/">Implementasi Snort Pada Real Publik Server</a> pertama kali tampil pada <a href="https://blog.bhineka-tech.org">Bhineka blog</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>hai semua apa kabarnya <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/15.0.3/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> selamat natal dan tahun baru ya bagi yang merayakan :3</p>



<p>pada blog kali ini aku akan membahas snort. Snort adalah sistem deteksi intrusi jaringan Open Source yang diciptakan oleh pendiri Sourcefire dan mantan CTO Martin Roesch. Cisco kini mengembangkan dan mengelola Snort. Sumber: <em><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Snort_(software)">https://en.wikipedia.org/wiki/Snort_(software)</a></em></p>



<p class="has-large-font-size"><strong>Apa itu Snort?</strong></p>



<p>Snort disebut sebagai packet sniffer yang memantau lalu lintas jaringan, memeriksa setiap paket secara saksama untuk mendeteksi muatan berbahaya atau anomali yang mencurigakan. Sudah lama menjadi yang terdepan di antara alat pencegah dan deteksi intrusi perusahaan, pengguna dapat mengompilasi Snort di sebagian besar sistem operasi (OS) Linux atau Unix. Versi Snort juga tersedia untuk Windows. tapi pada blog ini aku akan membahas snort pada linux saja. </p>



<p class="has-large-font-size"><strong>Bagaiamana cara kerja snort?</strong> </p>



<p>Snort didasarkan pada library packet capture (libpcap). Libpcap adalah alat yang banyak digunakan dalam tcp/IP address traffic sniffer, content search and analyzer untuk pencatatan paket, analisis lalu lintas waktu nyata, analisis protokol, dan pencocokan konten.</p>



<p>Pengguna dapat mengonfigurasi Snort sebagai sniffer, pencatat paket &#8212; seperti TCPdump atau Wireshark&#8211; atau metode pencegahan intrusi jaringan.</p>



<p>ok baik itu saja teori nya, langsung saja praktek. silahkan sediakan komputer, server virtual (bisa public atau lokal) dan internet yang cepat.</p>



<p class="has-large-font-size"><strong>Install SNORT dan konfigurasi</strong></p>



<p>pertama-tama install snort.</p>



<p class="has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-background"><strong><code>apt install snort</code> -y</strong></p>



<p>maka akan terinstall snort versi 2.9.x.x. kemudian setelah itu buka file bernama <strong>/etc/snort/snort.debian.conf</strong> kemudian isi variabel DEBIAN_SNORT_OPTIONS dengan value -A full. Maka jadinya seperti ini:</p>



<div class="wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-1 wp-block-group-is-layout-flex">
<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">DEBIAN_SNORT_STARTUP=&#8221;boot&#8221;</p>



<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">DEBIAN_SNORT_HOME_NET=&#8221;eth0&#8243;</p>



<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">#DEBIAN_SNORT_OPTIONS=&#8221;&#8221;</p>



<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">DEBIAN_SNORT_OPTIONS=&#8221;-A full&#8221;</p>



<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">DEBIAN_SNORT_INTERFACE=&#8221;eth0 eth1 docker0&#8243;</p>



<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">DEBIAN_SNORT_SEND_STATS=&#8221;true&#8221;</p>



<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">DEBIAN_SNORT_STATS_RCPT=&#8221;root&#8221;</p>



<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">DEBIAN_SNORT_STATS_THRESHOLD=&#8221;1&#8243;</p>
</div>



<p>untuk menjalankan snort bisa dua mode, yaitu mode console dan mode background running.</p>



<p>untuk background running bisa menggunakan perintah berikut:</p>



<p class="has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-background"><strong><code>snort -c /etc/snort/snort.conf -l /var/log/snort/ -K ascii -D</code></strong></p>



<p>untuk running sebagai console</p>



<p class="has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-background"><strong><code>snort -A console -c /etc/snort/snort.conf -i eth0 -v</code></strong></p>



<p>Keterangan perintah</p>



<figure class="wp-block-table is-style-stripes"><table class="has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-background has-fixed-layout"><thead><tr><th>Flag</th><th>Keterangan</th></tr></thead><tbody><tr><td></td><td></td></tr><tr><td><strong>Snort</strong></td><td>Perintah untuk menjalankan service snort</td></tr><tr><td><strong>-c /etc/snort/snort.conf</strong></td><td>Gunakan rules pada file konfigurasi /etc/snort/snort.conf</td></tr><tr><td><strong>-l /var/log/snort</strong></td><td>Simpan log pada /var/log/snort</td></tr><tr><td><strong>-K ascii</strong></td><td>Simpan log dalam bentuk ascii</td></tr><tr><td><strong>-D</strong></td><td>Jalan snort di latar belakang</td></tr><tr><td><strong>-A console</strong></td><td>Menentukan mode output alert Snort, dengan <strong>console</strong> sebagai pilihan untuk menampilkan alert langsung di layar terminal.</td></tr><tr><td><strong>-i eth0</strong></td><td>Memilih antarmuka jaringan (<strong>eth0</strong>) untuk dipantau oleh Snort. Pastikan antarmuka ini aktif dan memiliki lalu lintas yang relevan.</td></tr><tr><td><strong>-v</strong></td><td>Menampilkan paket-paket yang diterima secara langsung di terminal. Informasi yang ditampilkan meliputi header paket, alamat IP sumber dan tujuan, serta protokol.</td></tr></tbody></table></figure>



<p>pada blog ini aku jalan snort mode background.</p>



<p class="has-large-font-size"><strong>Dasar Menulis Rules</strong></p>



<p>Snort mendeteksi berdasarkan rule atau aturan yang di buat. Didalam snort sudah banyak rule yang bisa digunakan (file rule ada pada /etc/snort/rule) tetapi kali ini aku membuat rule atau aturan sendiri. Pertama-tama format rule, format rul seperti ini:</p>



<pre class="wp-block-preformatted has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-background"><strong><code>action protocol address port direction address port (rule option)</code></strong></pre>



<p>Format <strong>rule Snort</strong> terdiri dari beberapa bagian, yaitu <strong>action</strong>, <strong>protocol</strong>, <strong>address</strong>, <strong>port</strong>, <strong>direction</strong>, <strong>address</strong>, <strong>port</strong>, dan <strong>rule options</strong>. Berikut penjelasan rinci untuk masing-masing bagian:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Action</strong></h3>



<p>Menentukan tindakan yang dilakukan Snort ketika mendeteksi kecocokan dengan aturan. Contoh tindakan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>alert</code>: Menghasilkan alert atau notifikasi.</li>



<li><code>log</code>: Merekam paket ke dalam file log.</li>



<li><code>pass</code>: Mengabaikan paket.</li>



<li><code>drop</code>: Menjatuhkan paket (hanya pada mode inline).</li>



<li><code>reject</code>: Menolak koneksi dan memberi tahu pengirim.</li>



<li><code>sdrop</code>: Menjatuhkan paket tanpa mencatatnya</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Protocol</strong></h3>



<p>Menentukan protokol jaringan yang diperiksa. Contoh protokol:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>tcp</code>: Untuk lalu lintas TCP.</li>



<li><code>udp</code>: Untuk lalu lintas UDP.</li>



<li><code>icmp</code>: Untuk pesan ICMP.</li>



<li><code>ip</code>: Untuk semua lalu lintas IP.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Address (Sumber dan Tujuan)</strong></h3>



<p>Menentukan alamat sumber dan tujuan paket. Format:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Alamat IP spesifik: <code>192.168.1.1</code></li>



<li>Subnet: <code>192.168.1.0/24</code></li>



<li>Semua alamat: <code>any</code></li>



<li>Negasi: <code>!192.168.1.0/24</code> (alamat yang tidak termasuk subnet ini).</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong>Port (Sumber dan Tujuan)</strong></h3>



<p>Menentukan port sumber atau tujuan. Format:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Port spesifik: <code>80</code></li>



<li>Rentang port: <code>8000:9000</code></li>



<li>Semua port: <code>any</code></li>



<li>Negasi: <code>!80</code></li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong>Direction</strong></h3>



<p>Menentukan arah lalu lintas yang diperiksa:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>-></code>: Dari alamat sumber ke tujuan.</li>



<li><code>&lt;-</code>: Dari alamat tujuan ke sumber.</li>



<li><code>&lt;></code>: Dua arah (bidirectional).</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">6. <strong>Rule Options</strong></h3>



<p>Dibungkus dalam tanda kurung <code>()</code> dan berisi kriteria tambahan serta tindakan saat aturan cocok. Beberapa elemen dalam rule options:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>msg</strong>: Pesan yang ditampilkan saat aturan cocok.<br>Contoh: <code>msg:"Possible SQL Injection";</code></li>



<li><strong>sid</strong>: ID unik aturan.<br>Contoh: <code>sid:1000001;</code></li>



<li><strong>rev</strong>: Revisi aturan.<br>Contoh: <code>rev:1;</code></li>



<li><strong>content</strong>: String konten yang dicari dalam paket.<br>Contoh: <code>content:"SELECT";</code></li>



<li><strong>threshold</strong>: Mengontrol frekuensi notifikasi.<br>Contoh: <code>threshold:type limit, track by_dst, count 1, seconds 60;</code></li>
</ul>



<p>Contoh aturan snort untuk mendeteksi permintaan GET dan POST:</p>



<figure class="wp-block-table is-style-stripes"><table class="has-fixed-layout"><thead><tr><th>REQ</th><th>Rule</th></tr></thead><tbody><tr><td>GET</td><td>alert tcp any any -&gt; any 80 (msg:&#8221;GET Request Detected&#8221;; content:&#8221;GET&#8221;; http_method; sid:1000012;)</td></tr><tr><td>POST</td><td>alert tcp any any -&gt; any 80 (msg:&#8221;POST Requet Detected&#8221;; content:&#8221;POST&#8221;; http_method; sid:1000013;)</td></tr></tbody></table></figure>



<p>Penjelasan aturan GET</p>



<div class="wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-2 wp-block-group-is-layout-flex">
<p><strong>Action</strong>:<br><code>alert</code> → Menghasilkan notifikasi saat aturan cocok.</p>



<p><strong>Protocol</strong>:<br><code>tcp</code> → Aturan ini berlaku untuk lalu lintas protokol TCP.</p>



<p><strong>Address (Sumber dan Tujuan)</strong>:<br><code>any any</code> → Aturan berlaku untuk semua alamat IP dan port sebagai sumber.<br><code>-&gt;</code> → Lalu lintas diarahkan ke alamat tujuan.</p>



<p><strong>Address Tujuan</strong>:<br><code>any 80</code> → Aturan berlaku untuk semua alamat tujuan pada port 80 (umumnya digunakan untuk HTTP).</p>



<p><strong>Rule Options</strong>:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>msg:"GET Request Detected";</code><br>Menampilkan pesan <strong>&#8220;GET Request Detected&#8221;</strong> saat aturan cocok.</li>



<li><code>content:"GET";</code><br>Mendeteksi string <strong>&#8220;GET&#8221;</strong> dalam payload.</li>



<li><code>http_method;</code><br>Memastikan string <strong>&#8220;GET&#8221;</strong> adalah metode HTTP (bukan string sembarangan dalam data).</li>



<li><code>sid:1000012;</code><br>Memberikan <strong>Snort ID (sid)</strong> unik untuk aturan ini.</li>
</ul>
</div>



<p>Penjelasan aturan POST</p>



<div class="wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-3 wp-block-group-is-layout-flex">
<p><strong>Action</strong>:<br><code>alert</code> → Menghasilkan notifikasi saat aturan cocok.</p>



<p><strong>Protocol</strong>:<br><code>tcp</code> → Aturan ini berlaku untuk lalu lintas protokol TCP.</p>



<p><strong>Address (Sumber dan Tujuan)</strong>:<br><code>any any</code> → Aturan berlaku untuk semua alamat IP dan port sebagai sumber.<br><code>-&gt;</code> → Lalu lintas diarahkan ke alamat tujuan.</p>



<p><strong>Address Tujuan</strong>:<br><code>any 80</code> → Aturan berlaku untuk semua alamat tujuan pada port 80 (umumnya digunakan untuk HTTP).</p>



<p><strong>Rule Options</strong>:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>msg:"POST Request Detected";</code><br>Menampilkan pesan <strong>&#8220;POST Request Detected&#8221;</strong> saat aturan cocok.</li>



<li><code>content:"POST";</code><br>Mendeteksi string <strong>&#8220;POST&#8221;</strong> dalam payload.</li>



<li><code>http_method;</code><br>Memastikan string <strong>&#8220;POST&#8221;</strong> adalah metode HTTP.</li>



<li><code>sid:1000013;</code><br>Memberikan <strong>Snort ID (sid)</strong> unik untuk aturan ini.</li>
</ul>
</div>



<p class="has-large-font-size"><strong>Deteksi Serangan DDOS</strong></p>



<p>buka file /etc/snort/rules/local.rules untuk membuat rule sendiri atau kustom:</p>



<p class="has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-background"><code>alert tcp any any -> $HOME_NET 80 (flags: S; msg:"Serangan DDOS"; detection_filter: track by_dst, count 10000, seconds 60; sid:1000002;)</code></p>



<p>Penjelasan rule:</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="724" height="580" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image.png" alt="" class="wp-image-450" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image.png 724w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-300x240.png 300w" sizes="(max-width: 724px) 100vw, 724px" /></figure>



<p>setelah rule di tulis, jalan service snort dengan perintah <code><strong>systemctl start snort</strong></code> kemudian jalankan snort di latar belakang <code><strong>snort -c /etc/snort/snort.conf -l /var/log/snort/ -K ascii -D</strong></code>. Setelah itu log kita bisa watch file alert nya di <strong>/var/log/snort/alert</strong>. Jika ingin melihat secara real-time gunakan perintah beritkut <code><strong>watch -n 1 tail /var/log/snort/alert</strong></code>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="579" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-1-1024x579.png" alt="" class="wp-image-451" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-1-1024x579.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-1-300x170.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-1-768x434.png 768w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-1.png 1107w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="has-large-font-size"><strong>Uji Coba Serangan Deteksi DDOS</strong></p>



<p>gunakan hping:</p>



<p class="has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-background"><code><strong>hping3 -S -p 80 -d 120 --flood &lt;IP target></strong></code></p>



<p>Penjelasan perintah:</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="724" height="241" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-2.png" alt="" class="wp-image-452" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-2.png 724w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-2-300x100.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-2-720x241.png 720w" sizes="(max-width: 724px) 100vw, 724px" /></figure>



<p>setelah perintah hping di jalankan, maka pada monitor file alert, akan seperti ini:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="256" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-3-1024x256.png" alt="" class="wp-image-453" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-3-1024x256.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-3-300x75.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-3-768x192.png 768w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-3.png 1102w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>dari file alert ini, bisa di integrasikan dengan bot telegram untuk notifikasi serangan ke admin. seperti ini contohnya:<br></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="777" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-4-1024x777.png" alt="" class="wp-image-454" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-4-1024x777.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-4-300x228.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-4-768x583.png 768w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-4.png 1244w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sekian terima kasih sudah membaca sampai akhir, semoga ilmu nya bermanfaat untuk keperluan mu <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/15.0.3/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Artikel <a href="https://blog.bhineka-tech.org/2024/12/26/implementasi-snort-pada-real-publik-server/">Implementasi Snort Pada Real Publik Server</a> pertama kali tampil pada <a href="https://blog.bhineka-tech.org">Bhineka blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://blog.bhineka-tech.org/2024/12/26/implementasi-snort-pada-real-publik-server/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memberantas Index Judol Dan Webshell Hacker</title>
		<link>https://blog.bhineka-tech.org/2024/11/01/memberantas-index-judol-dan-webshell-hacker/</link>
					<comments>https://blog.bhineka-tech.org/2024/11/01/memberantas-index-judol-dan-webshell-hacker/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[cicak]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 09:01:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[blue team]]></category>
		<category><![CDATA[Hacking]]></category>
		<category><![CDATA[incident response]]></category>
		<category><![CDATA[Laravel]]></category>
		<category><![CDATA[shell]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://blog.bhineka-tech.org/?p=314</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halo semua pada artikel ini aku akan membahasa bagaimana merespone suatu insiden peretasan yang dimana hacker tersebut menjadikan website yang di retas nya untuk promosi judolnya. Cerita nya diawali di grub Developer&#8230;. ya begitulah cerita nya, di pagi hari dapat rejeki bantuin sesama menggunakan skill yang aku kuasai, hahaha. setelah aku hubungi yang bersangkutan, aku [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://blog.bhineka-tech.org/2024/11/01/memberantas-index-judol-dan-webshell-hacker/">Memberantas Index Judol Dan Webshell Hacker</a> pertama kali tampil pada <a href="https://blog.bhineka-tech.org">Bhineka blog</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Halo semua pada artikel ini aku akan membahasa bagaimana merespone suatu insiden peretasan yang dimana hacker tersebut menjadikan website yang di retas nya untuk promosi judolnya.</p>



<p>Cerita nya diawali di grub Developer&#8230;.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1060" height="920" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/11/image.png" alt="" class="wp-image-315"/></figure>



<p>ya begitulah cerita nya, di pagi hari dapat rejeki bantuin sesama menggunakan skill yang aku kuasai, hahaha.</p>



<p>setelah aku hubungi yang bersangkutan, aku minta akses vps, dengan baik hati mereka memberikan akses vps, langsung aku gas lah hahaha&#8230;.</p>



<p>hal pertama yang aku lakukan yaitu mengecek log webserver, website menggunakan webserver nginx dan log nya berada pada direktori /var/log/nginx/access.log.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1910" height="981" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/11/image-1.png" alt="" class="wp-image-317"/></figure>



<p>setelah dilakukan pengecekan ternyata benar website mereka diretas. dan kemungkinan website aplikasi mereka mempunyai celah keamanan arbitrary file upload.</p>



<p>setelah memastikan, langsung aku upload sebuah scanner webshell di domain utama nya dan aku langsung disuguhi webshell hacker berserta index judol mereka, </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1919" height="994" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/11/image-2.png" alt="" class="wp-image-318"/></figure>



<p>sesudah itu aku mencari keyword fungsi dari webshell seperti eval, goto, rot13, set_time_limit, fopen, copy, $_files dan hasilnya aku mendapatkan list index judol dan webshellnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="743" height="606" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/11/image-4.png" alt="" class="wp-image-320"/></figure>



<p>Hasil yang di dapatkan langsung aku laporkan ke bersangkutan, untuk mereka tindak lanjut dan tidak lupa juga aku berikan mitigasi keamanan.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1052" height="845" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/11/image-5.png" alt="" class="wp-image-321"/></figure>



<p>ok sekian terima kasih, maaf jika banyak sensor karna yang bersangkutan ingin privasi mereka tetap terjaga! happy friday guyss&#8230;.</p>
<p>Artikel <a href="https://blog.bhineka-tech.org/2024/11/01/memberantas-index-judol-dan-webshell-hacker/">Memberantas Index Judol Dan Webshell Hacker</a> pertama kali tampil pada <a href="https://blog.bhineka-tech.org">Bhineka blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://blog.bhineka-tech.org/2024/11/01/memberantas-index-judol-dan-webshell-hacker/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Incident Response Pada Suatu Server Yang Compromised</title>
		<link>https://blog.bhineka-tech.org/2024/09/26/incident-response-pada-suatu-server-yang-compromised/</link>
					<comments>https://blog.bhineka-tech.org/2024/09/26/incident-response-pada-suatu-server-yang-compromised/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[xpl0dec]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Sep 2024 23:08:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[blue team]]></category>
		<category><![CDATA[Hacking]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[operating system]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://blog.bhineka-tech.org/?p=81</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada era Digital ini, serangan terhadap server dapat terjadi kapan saja, bahkan di waktu yang tidak terduga pada dini hari sekitar jam 1 pagi ada chat masuk dari teman saya yang intinya dia meminta tolong karena servernya telah di serang atau Compromised, okelah karena pada saat itu saya sedang ngopi santai dan langsung menyalakan monitor [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://blog.bhineka-tech.org/2024/09/26/incident-response-pada-suatu-server-yang-compromised/">Incident Response Pada Suatu Server Yang Compromised</a> pertama kali tampil pada <a href="https://blog.bhineka-tech.org">Bhineka blog</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada era Digital ini, serangan terhadap server dapat terjadi kapan saja, bahkan di waktu yang tidak terduga pada dini hari sekitar jam 1 pagi ada chat masuk dari teman saya yang intinya dia meminta tolong karena servernya telah di serang atau <strong>Compromised</strong>, okelah karena pada saat itu saya sedang ngopi santai dan langsung menyalakan monitor untuk melakukan checking dan analisys.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-83 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-032023.png" alt="chatting whatsapp " width="1138" height="428" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-032023.png 1138w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-032023-300x113.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-032023-1024x385.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-032023-768x289.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1138px) 100vw, 1138px" /></p>
<p>jadi langsung saja saya login ke VPS-nya dengan  menggunakan user root karena memang beberapa kali server dia ini jebol karena memang didalamnya terdapat banyak sekali domain dan sempat dulu juga saya juga ikut membantu handle dan melakukan restorasi.</p>
<p>Hal pertama pada saat melakukan Incident Response kita fokus pada LOG, karena ini adalah operating sistem linux dan kebetulan yang sudah integrasi dengan cpanel jupiter jadi semua access log webserver itu disimpan pada directory <strong>/etc/apache2/logs/domlogs/</strong> dan karena kata teman saya ini curiga mereka pegang akses root jadi untuk mem-validasi kita bisa menggunakan command <em>last </em></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-84 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/last.png" alt="" width="805" height="359" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/last.png 805w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/last-300x134.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/last-768x342.png 768w" sizes="auto, (max-width: 805px) 100vw, 805px" /></p>
<p>Dan disini jika dilihat lastlogin pada IP address yang menggunakan user root aman atau tidak ada IP lain selain IP address yang memang wewenang pada VPS tersebut jadi bisa dipastikan attacker tidak mendapatkan akses root. untuk  selanjutnya kita akan lebih fokus pada analisys untuk mengetahui attacker masuk dari mana dan backdoor apa saja yang mereka upload di server.</p>
<p>Karena memang beberapa website di build menggunakan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/PHP"><strong>PHP</strong></a> dengan tech stack <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Laravel"><em><strong>laravel</strong></em></a> dan <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/WordPress"><em><strong>CMS wordpress</strong></em></a>, jadi saya langsung melakukan filtering file yang mempunyai indikasi backdoor dengan menggunakan <em>find</em> command</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-85 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/find-command.png" alt="" width="1309" height="565" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/find-command.png 1309w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/find-command-300x129.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/find-command-1024x442.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/find-command-768x331.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1309px) 100vw, 1309px" /></p>
<p>Terlihat dari outpunya banyak sekali <strong>PHP</strong> backdoor yang sudah di tebar oleh attacker dan pada saat dilakukan scanning dari <em><strong>md5 checksum</strong></em> pada salah satu backdoor hasilnya banyak sekali resultnya</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-86 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/checksum.png" alt="" width="1191" height="627" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/checksum.png 1191w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/checksum-300x158.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/checksum-1024x539.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/checksum-768x404.png 768w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/checksum-720x380.png 720w" sizes="auto, (max-width: 1191px) 100vw, 1191px" /></p>
<p>hall ini bisa kita jadikan acuan pada saat melakukan log analisys, karena attacker menebar <em><strong>PHP backdoor / webshell</strong></em> memiliki pola yang sama yaitu diletakkan pada direktori <strong>/.well-known/463asda646d/</strong> dan sepertinya <strong>attacker</strong> menggunakan <strong>auto mass generate</strong> unutk membuat folder serta file <strong>index.php</strong></p>
<p>masuk pada directory <strong>/etc/apache2/logs/domlogs/namauser</strong> untuk monitoring access log / request pada webserver karena banyaknya domain kita tidak mungkin cek satu persatu jadi kita langsung saja filter request hanya pada path &#8216;<strong>/.well-known/463asda646d/index.php</strong>&#8216; dan ditemukan salah satu domain yang pertama kali infected anggap saja domain.xyz karena jika dilihat dari timestampnya attacker pertama kali akses pada <strong>26/Sep/2024 jam 07:43:44 pagi</strong></p>
<p>kita disini akan fokus pada domain.xyz karena dari <strong>IOC(indicator of compromised)</strong> attacker masuk melalui domain tersebut, jadi kita akan cek archive lognya pada 26 september pagi yang berada pada directory <strong>/home/log/</strong> dan ada file yaitu <strong>domain.xyz.-Sep-2024.gz</strong> dan <strong>domain.xyz.-ssl_log-Sep&#8211;2024.gz</strong> dimana perbedaan dari 2 file tersebut yaitu pada file <strong>ssl_log</strong> request dari client menggunakan https atau TLS begitupun sebaliknya</p>
<p>disini setelah saya melakukan filterin dan greping menemukan IP yang mencurigakan yaitu <strong>104.28.215.133</strong> yang mengakses endpoint <strong>/wp-content/plugins/aa3d742778e9f335ec234e10ac868df1/get_index.php</strong> dengan response status <strong>200</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-88 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-052939.png" alt="" width="1226" height="40" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-052939.png 1226w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-052939-300x10.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-052939-1024x33.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-052939-768x25.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1226px) 100vw, 1226px" /></p>
<p>nah disini kita menemukan data yang berharga atau kalo dalam digital forensic disebut sebagai artifact, nah kita sudah menemukan salah satu IP attacker disini kita bisa dengan mudah identifikasi dari IP address tersebut pada log file</p>
<p>dan pada saat melihat accessnya pada IP <strong>104.28.215.133</strong> yaitu pertama dia melakukan request ke <strong>wp-login</strong> dan kemudian melakukan redirect ke endpoint <strong>wp-admin/plugin-install.php</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-89 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/request_wp-admin.png" alt="" width="1329" height="67" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/request_wp-admin.png 1329w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/request_wp-admin-300x15.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/request_wp-admin-1024x52.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/request_wp-admin-768x39.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1329px) 100vw, 1329px" /></p>
<p>Disini saya langsung konfirmasi pada teman saya, yaitu bagaimana dia melakukan konfigurasi pada wordpress dan apakah <strong>theme/plugin</strong> yang di install bersifat nulled serta bagaimana <strong>passhprase credentialnya</strong> apakah rumit atau tidak dan yang mengejutkan disini kata dia wordpress pada domain tersebut belum digunakan dan hanya hasil dari extract sebuah wp zip tanpa melakukan konfigurasi apapun.</p>
<p>sempet berfikir bagaimana attacker ini mendapatkan akses, setelah menghabiskan satu batang rokok akhirnya terfikir yaitu jika wordpress tanpa konfigurasi memang bisa user melakukan manual installation yaitu dengan mengakses pada endpoint <strong>wp-admin/setup-config.php</strong> jadi disini saya menggali lebih dalam pada log file yang ada</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-90 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/setup-config.png" alt="" width="1331" height="287" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/setup-config.png 1331w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/setup-config-300x65.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/setup-config-1024x221.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/setup-config-768x166.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1331px) 100vw, 1331px" /></p>
<p>dan benar saja asumsi tadi disini attacker memperoleh initial access dengan melakukan default installation pada wordpress sekitar jam 7 pagi dan disitu juga terlihat ada request ke <strong>/index.php/2024/09/26/hello-world/</strong> dimana page <strong>hello-world</strong> merupakan default page dari wordpress saat selesai instalasi</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-91 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-055147.png" alt="" width="481" height="477" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-055147.png 481w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-055147-300x298.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-055147-150x150.png 150w" sizes="auto, (max-width: 481px) 100vw, 481px" /></p>
<p>Disini terlihat timestamp pada file wp-config.php di jam <strong>07:07</strong> pagi bisa diambil kesimpulan jika analisys pada log file tersebut valid. Disini bagaimana attacker bisa melakukan instalasi tanpa mengetahui credential database yaitu dengan membuat suatu instance remote mysql pada server <strong>C2</strong> mereka</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-92 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-055521.png" alt="" width="850" height="489" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-055521.png 850w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-055521-300x173.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-055521-768x442.png 768w" sizes="auto, (max-width: 850px) 100vw, 850px" /></p>
<p>Terlihat pada IP <strong>194.163.155.171</strong> dan port <strong>443</strong> yang merupakan remote database dari server attacker, attacker sangat cerdik dimana seharusnya request ke port selain <strong>80</strong> dan <strong>443</strong> di block oleh outbound firewall dari sini attacker melakukan setup <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/MySQL"><strong>MySQL</strong> </a>pada port <strong>443</strong> yang digunakan untuk bypass pada firewall</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-93 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-055836.png" alt="" width="860" height="210" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-055836.png 860w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-055836-300x73.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-27-055836-768x188.png 768w" sizes="auto, (max-width: 860px) 100vw, 860px" /></p>
<p>pada saat dilakukan enumeration dan banner grabbing menggunakan nmap, benar saja di server attacker, port <strong>443</strong> running service <strong>MySQL</strong></p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>disini kita sudah membahas bagaimana melakukan Incident Response pada suatu server yang compromised, melakukan Incident Response sendiri bisa sulit bisa juga mudah tergantung dari setup server, banyaknya database, service dan juga bagaimana konfigurasi-nya bahkan ada tim khusus untuk melakukan hal semacam ini. Tetapi hal-hal seperti ini wajib dikuasai oleh sysadmin atau devops engineer dan orang-orang yang memang bertugas untuk menghandle suatu server dan teruntuk developer pastikan untuk selalu melakukan pendekatan keamanan pada source code yaitu dengan melakukan secure coding dan menerapkan best-practice dari tech stack yang digunakan. dan jangan lupa terus belajar dan melakukan eksplorasi <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/15.0.3/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p><em>&#8220;Learning is never done without errors and defeat.&#8221;</em> <strong>-Vladimir Lenin</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://blog.bhineka-tech.org/2024/09/26/incident-response-pada-suatu-server-yang-compromised/">Incident Response Pada Suatu Server Yang Compromised</a> pertama kali tampil pada <a href="https://blog.bhineka-tech.org">Bhineka blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://blog.bhineka-tech.org/2024/09/26/incident-response-pada-suatu-server-yang-compromised/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
