<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>cloud Arsip - Bhineka blog</title>
	<atom:link href="https://blog.bhineka-tech.org/category/cloud/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://blog.bhineka-tech.org/category/cloud/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Dec 2024 23:45:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.7.1</generator>

<image>
	<url>https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/logo-bintek-min.jpg</url>
	<title>cloud Arsip - Bhineka blog</title>
	<link>https://blog.bhineka-tech.org/category/cloud/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Implementasi Snort Pada Real Publik Server</title>
		<link>https://blog.bhineka-tech.org/2024/12/26/implementasi-snort-pada-real-publik-server/</link>
					<comments>https://blog.bhineka-tech.org/2024/12/26/implementasi-snort-pada-real-publik-server/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[cicak]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Dec 2024 23:45:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[blue team]]></category>
		<category><![CDATA[cloud]]></category>
		<category><![CDATA[intrusion detection system]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[operating system]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://blog.bhineka-tech.org/?p=447</guid>

					<description><![CDATA[<p>hai semua apa kabarnya 😀 selamat natal dan tahun baru ya bagi yang merayakan :3 pada blog kali ini aku akan membahas snort. Snort adalah sistem deteksi intrusi jaringan Open Source yang diciptakan oleh pendiri Sourcefire dan mantan CTO Martin Roesch. Cisco kini mengembangkan dan mengelola Snort. Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Snort_(software) Apa itu Snort? Snort disebut sebagai packet [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://blog.bhineka-tech.org/2024/12/26/implementasi-snort-pada-real-publik-server/">Implementasi Snort Pada Real Publik Server</a> pertama kali tampil pada <a href="https://blog.bhineka-tech.org">Bhineka blog</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>hai semua apa kabarnya <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/15.0.3/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> selamat natal dan tahun baru ya bagi yang merayakan :3</p>



<p>pada blog kali ini aku akan membahas snort. Snort adalah sistem deteksi intrusi jaringan Open Source yang diciptakan oleh pendiri Sourcefire dan mantan CTO Martin Roesch. Cisco kini mengembangkan dan mengelola Snort. Sumber: <em><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Snort_(software)">https://en.wikipedia.org/wiki/Snort_(software)</a></em></p>



<p class="has-large-font-size"><strong>Apa itu Snort?</strong></p>



<p>Snort disebut sebagai packet sniffer yang memantau lalu lintas jaringan, memeriksa setiap paket secara saksama untuk mendeteksi muatan berbahaya atau anomali yang mencurigakan. Sudah lama menjadi yang terdepan di antara alat pencegah dan deteksi intrusi perusahaan, pengguna dapat mengompilasi Snort di sebagian besar sistem operasi (OS) Linux atau Unix. Versi Snort juga tersedia untuk Windows. tapi pada blog ini aku akan membahas snort pada linux saja. </p>



<p class="has-large-font-size"><strong>Bagaiamana cara kerja snort?</strong> </p>



<p>Snort didasarkan pada library packet capture (libpcap). Libpcap adalah alat yang banyak digunakan dalam tcp/IP address traffic sniffer, content search and analyzer untuk pencatatan paket, analisis lalu lintas waktu nyata, analisis protokol, dan pencocokan konten.</p>



<p>Pengguna dapat mengonfigurasi Snort sebagai sniffer, pencatat paket &#8212; seperti TCPdump atau Wireshark&#8211; atau metode pencegahan intrusi jaringan.</p>



<p>ok baik itu saja teori nya, langsung saja praktek. silahkan sediakan komputer, server virtual (bisa public atau lokal) dan internet yang cepat.</p>



<p class="has-large-font-size"><strong>Install SNORT dan konfigurasi</strong></p>



<p>pertama-tama install snort.</p>



<p class="has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-background"><strong><code>apt install snort</code> -y</strong></p>



<p>maka akan terinstall snort versi 2.9.x.x. kemudian setelah itu buka file bernama <strong>/etc/snort/snort.debian.conf</strong> kemudian isi variabel DEBIAN_SNORT_OPTIONS dengan value -A full. Maka jadinya seperti ini:</p>



<div class="wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-1 wp-block-group-is-layout-flex">
<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">DEBIAN_SNORT_STARTUP=&#8221;boot&#8221;</p>



<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">DEBIAN_SNORT_HOME_NET=&#8221;eth0&#8243;</p>



<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">#DEBIAN_SNORT_OPTIONS=&#8221;&#8221;</p>



<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">DEBIAN_SNORT_OPTIONS=&#8221;-A full&#8221;</p>



<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">DEBIAN_SNORT_INTERFACE=&#8221;eth0 eth1 docker0&#8243;</p>



<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">DEBIAN_SNORT_SEND_STATS=&#8221;true&#8221;</p>



<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">DEBIAN_SNORT_STATS_RCPT=&#8221;root&#8221;</p>



<p style="font-style:normal;font-weight:700;text-transform:none">DEBIAN_SNORT_STATS_THRESHOLD=&#8221;1&#8243;</p>
</div>



<p>untuk menjalankan snort bisa dua mode, yaitu mode console dan mode background running.</p>



<p>untuk background running bisa menggunakan perintah berikut:</p>



<p class="has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-background"><strong><code>snort -c /etc/snort/snort.conf -l /var/log/snort/ -K ascii -D</code></strong></p>



<p>untuk running sebagai console</p>



<p class="has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-background"><strong><code>snort -A console -c /etc/snort/snort.conf -i eth0 -v</code></strong></p>



<p>Keterangan perintah</p>



<figure class="wp-block-table is-style-stripes"><table class="has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-background has-fixed-layout"><thead><tr><th>Flag</th><th>Keterangan</th></tr></thead><tbody><tr><td></td><td></td></tr><tr><td><strong>Snort</strong></td><td>Perintah untuk menjalankan service snort</td></tr><tr><td><strong>-c /etc/snort/snort.conf</strong></td><td>Gunakan rules pada file konfigurasi /etc/snort/snort.conf</td></tr><tr><td><strong>-l /var/log/snort</strong></td><td>Simpan log pada /var/log/snort</td></tr><tr><td><strong>-K ascii</strong></td><td>Simpan log dalam bentuk ascii</td></tr><tr><td><strong>-D</strong></td><td>Jalan snort di latar belakang</td></tr><tr><td><strong>-A console</strong></td><td>Menentukan mode output alert Snort, dengan <strong>console</strong> sebagai pilihan untuk menampilkan alert langsung di layar terminal.</td></tr><tr><td><strong>-i eth0</strong></td><td>Memilih antarmuka jaringan (<strong>eth0</strong>) untuk dipantau oleh Snort. Pastikan antarmuka ini aktif dan memiliki lalu lintas yang relevan.</td></tr><tr><td><strong>-v</strong></td><td>Menampilkan paket-paket yang diterima secara langsung di terminal. Informasi yang ditampilkan meliputi header paket, alamat IP sumber dan tujuan, serta protokol.</td></tr></tbody></table></figure>



<p>pada blog ini aku jalan snort mode background.</p>



<p class="has-large-font-size"><strong>Dasar Menulis Rules</strong></p>



<p>Snort mendeteksi berdasarkan rule atau aturan yang di buat. Didalam snort sudah banyak rule yang bisa digunakan (file rule ada pada /etc/snort/rule) tetapi kali ini aku membuat rule atau aturan sendiri. Pertama-tama format rule, format rul seperti ini:</p>



<pre class="wp-block-preformatted has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-background"><strong><code>action protocol address port direction address port (rule option)</code></strong></pre>



<p>Format <strong>rule Snort</strong> terdiri dari beberapa bagian, yaitu <strong>action</strong>, <strong>protocol</strong>, <strong>address</strong>, <strong>port</strong>, <strong>direction</strong>, <strong>address</strong>, <strong>port</strong>, dan <strong>rule options</strong>. Berikut penjelasan rinci untuk masing-masing bagian:</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. <strong>Action</strong></h3>



<p>Menentukan tindakan yang dilakukan Snort ketika mendeteksi kecocokan dengan aturan. Contoh tindakan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>alert</code>: Menghasilkan alert atau notifikasi.</li>



<li><code>log</code>: Merekam paket ke dalam file log.</li>



<li><code>pass</code>: Mengabaikan paket.</li>



<li><code>drop</code>: Menjatuhkan paket (hanya pada mode inline).</li>



<li><code>reject</code>: Menolak koneksi dan memberi tahu pengirim.</li>



<li><code>sdrop</code>: Menjatuhkan paket tanpa mencatatnya</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">2. <strong>Protocol</strong></h3>



<p>Menentukan protokol jaringan yang diperiksa. Contoh protokol:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>tcp</code>: Untuk lalu lintas TCP.</li>



<li><code>udp</code>: Untuk lalu lintas UDP.</li>



<li><code>icmp</code>: Untuk pesan ICMP.</li>



<li><code>ip</code>: Untuk semua lalu lintas IP.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">3. <strong>Address (Sumber dan Tujuan)</strong></h3>



<p>Menentukan alamat sumber dan tujuan paket. Format:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Alamat IP spesifik: <code>192.168.1.1</code></li>



<li>Subnet: <code>192.168.1.0/24</code></li>



<li>Semua alamat: <code>any</code></li>



<li>Negasi: <code>!192.168.1.0/24</code> (alamat yang tidak termasuk subnet ini).</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">4. <strong>Port (Sumber dan Tujuan)</strong></h3>



<p>Menentukan port sumber atau tujuan. Format:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Port spesifik: <code>80</code></li>



<li>Rentang port: <code>8000:9000</code></li>



<li>Semua port: <code>any</code></li>



<li>Negasi: <code>!80</code></li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">5. <strong>Direction</strong></h3>



<p>Menentukan arah lalu lintas yang diperiksa:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>-></code>: Dari alamat sumber ke tujuan.</li>



<li><code>&lt;-</code>: Dari alamat tujuan ke sumber.</li>



<li><code>&lt;></code>: Dua arah (bidirectional).</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">6. <strong>Rule Options</strong></h3>



<p>Dibungkus dalam tanda kurung <code>()</code> dan berisi kriteria tambahan serta tindakan saat aturan cocok. Beberapa elemen dalam rule options:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>msg</strong>: Pesan yang ditampilkan saat aturan cocok.<br>Contoh: <code>msg:"Possible SQL Injection";</code></li>



<li><strong>sid</strong>: ID unik aturan.<br>Contoh: <code>sid:1000001;</code></li>



<li><strong>rev</strong>: Revisi aturan.<br>Contoh: <code>rev:1;</code></li>



<li><strong>content</strong>: String konten yang dicari dalam paket.<br>Contoh: <code>content:"SELECT";</code></li>



<li><strong>threshold</strong>: Mengontrol frekuensi notifikasi.<br>Contoh: <code>threshold:type limit, track by_dst, count 1, seconds 60;</code></li>
</ul>



<p>Contoh aturan snort untuk mendeteksi permintaan GET dan POST:</p>



<figure class="wp-block-table is-style-stripes"><table class="has-fixed-layout"><thead><tr><th>REQ</th><th>Rule</th></tr></thead><tbody><tr><td>GET</td><td>alert tcp any any -&gt; any 80 (msg:&#8221;GET Request Detected&#8221;; content:&#8221;GET&#8221;; http_method; sid:1000012;)</td></tr><tr><td>POST</td><td>alert tcp any any -&gt; any 80 (msg:&#8221;POST Requet Detected&#8221;; content:&#8221;POST&#8221;; http_method; sid:1000013;)</td></tr></tbody></table></figure>



<p>Penjelasan aturan GET</p>



<div class="wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-2 wp-block-group-is-layout-flex">
<p><strong>Action</strong>:<br><code>alert</code> → Menghasilkan notifikasi saat aturan cocok.</p>



<p><strong>Protocol</strong>:<br><code>tcp</code> → Aturan ini berlaku untuk lalu lintas protokol TCP.</p>



<p><strong>Address (Sumber dan Tujuan)</strong>:<br><code>any any</code> → Aturan berlaku untuk semua alamat IP dan port sebagai sumber.<br><code>-&gt;</code> → Lalu lintas diarahkan ke alamat tujuan.</p>



<p><strong>Address Tujuan</strong>:<br><code>any 80</code> → Aturan berlaku untuk semua alamat tujuan pada port 80 (umumnya digunakan untuk HTTP).</p>



<p><strong>Rule Options</strong>:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>msg:"GET Request Detected";</code><br>Menampilkan pesan <strong>&#8220;GET Request Detected&#8221;</strong> saat aturan cocok.</li>



<li><code>content:"GET";</code><br>Mendeteksi string <strong>&#8220;GET&#8221;</strong> dalam payload.</li>



<li><code>http_method;</code><br>Memastikan string <strong>&#8220;GET&#8221;</strong> adalah metode HTTP (bukan string sembarangan dalam data).</li>



<li><code>sid:1000012;</code><br>Memberikan <strong>Snort ID (sid)</strong> unik untuk aturan ini.</li>
</ul>
</div>



<p>Penjelasan aturan POST</p>



<div class="wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-3 wp-block-group-is-layout-flex">
<p><strong>Action</strong>:<br><code>alert</code> → Menghasilkan notifikasi saat aturan cocok.</p>



<p><strong>Protocol</strong>:<br><code>tcp</code> → Aturan ini berlaku untuk lalu lintas protokol TCP.</p>



<p><strong>Address (Sumber dan Tujuan)</strong>:<br><code>any any</code> → Aturan berlaku untuk semua alamat IP dan port sebagai sumber.<br><code>-&gt;</code> → Lalu lintas diarahkan ke alamat tujuan.</p>



<p><strong>Address Tujuan</strong>:<br><code>any 80</code> → Aturan berlaku untuk semua alamat tujuan pada port 80 (umumnya digunakan untuk HTTP).</p>



<p><strong>Rule Options</strong>:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><code>msg:"POST Request Detected";</code><br>Menampilkan pesan <strong>&#8220;POST Request Detected&#8221;</strong> saat aturan cocok.</li>



<li><code>content:"POST";</code><br>Mendeteksi string <strong>&#8220;POST&#8221;</strong> dalam payload.</li>



<li><code>http_method;</code><br>Memastikan string <strong>&#8220;POST&#8221;</strong> adalah metode HTTP.</li>



<li><code>sid:1000013;</code><br>Memberikan <strong>Snort ID (sid)</strong> unik untuk aturan ini.</li>
</ul>
</div>



<p class="has-large-font-size"><strong>Deteksi Serangan DDOS</strong></p>



<p>buka file /etc/snort/rules/local.rules untuk membuat rule sendiri atau kustom:</p>



<p class="has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-background"><code>alert tcp any any -> $HOME_NET 80 (flags: S; msg:"Serangan DDOS"; detection_filter: track by_dst, count 10000, seconds 60; sid:1000002;)</code></p>



<p>Penjelasan rule:</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="724" height="580" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image.png" alt="" class="wp-image-450" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image.png 724w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-300x240.png 300w" sizes="(max-width: 724px) 100vw, 724px" /></figure>



<p>setelah rule di tulis, jalan service snort dengan perintah <code><strong>systemctl start snort</strong></code> kemudian jalankan snort di latar belakang <code><strong>snort -c /etc/snort/snort.conf -l /var/log/snort/ -K ascii -D</strong></code>. Setelah itu log kita bisa watch file alert nya di <strong>/var/log/snort/alert</strong>. Jika ingin melihat secara real-time gunakan perintah beritkut <code><strong>watch -n 1 tail /var/log/snort/alert</strong></code>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="579" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-1-1024x579.png" alt="" class="wp-image-451" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-1-1024x579.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-1-300x170.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-1-768x434.png 768w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-1.png 1107w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="has-large-font-size"><strong>Uji Coba Serangan Deteksi DDOS</strong></p>



<p>gunakan hping:</p>



<p class="has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background has-background"><code><strong>hping3 -S -p 80 -d 120 --flood &lt;IP target></strong></code></p>



<p>Penjelasan perintah:</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="724" height="241" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-2.png" alt="" class="wp-image-452" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-2.png 724w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-2-300x100.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-2-720x241.png 720w" sizes="(max-width: 724px) 100vw, 724px" /></figure>



<p>setelah perintah hping di jalankan, maka pada monitor file alert, akan seperti ini:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="256" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-3-1024x256.png" alt="" class="wp-image-453" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-3-1024x256.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-3-300x75.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-3-768x192.png 768w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-3.png 1102w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>dari file alert ini, bisa di integrasikan dengan bot telegram untuk notifikasi serangan ke admin. seperti ini contohnya:<br></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="777" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-4-1024x777.png" alt="" class="wp-image-454" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-4-1024x777.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-4-300x228.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-4-768x583.png 768w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/12/image-4.png 1244w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sekian terima kasih sudah membaca sampai akhir, semoga ilmu nya bermanfaat untuk keperluan mu <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/15.0.3/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Artikel <a href="https://blog.bhineka-tech.org/2024/12/26/implementasi-snort-pada-real-publik-server/">Implementasi Snort Pada Real Publik Server</a> pertama kali tampil pada <a href="https://blog.bhineka-tech.org">Bhineka blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://blog.bhineka-tech.org/2024/12/26/implementasi-snort-pada-real-publik-server/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Implementasi VPC Peering Pada Koneksi Antar Private Instance: Panduan Lengkap untuk Pemula</title>
		<link>https://blog.bhineka-tech.org/2024/10/16/implementasi-vpc-peering-pada-koneksi-antar-private-instance/</link>
					<comments>https://blog.bhineka-tech.org/2024/10/16/implementasi-vpc-peering-pada-koneksi-antar-private-instance/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[cicak]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2024 08:25:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[cloud]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[operating system]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://blog.bhineka-tech.org/?p=197</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halo semuanya, pada artikel kali ini aku membahas tentang VPC Peering dan cara membuatnya. Sebelum masuk ke praktek kalian harus tau dahulu apa itu VPC Peering. VPC Peering merupakan fitur AWS yang memungkinkan dua Virtual Private Cloud (VPC) untuk saling terhubung dan berkomunikasi secara privat. Koneksi ini dilakukan melalui jaringan internal AWS, tanpa melewati internet [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://blog.bhineka-tech.org/2024/10/16/implementasi-vpc-peering-pada-koneksi-antar-private-instance/">Implementasi VPC Peering Pada Koneksi Antar Private Instance: Panduan Lengkap untuk Pemula</a> pertama kali tampil pada <a href="https://blog.bhineka-tech.org">Bhineka blog</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-left">Halo semuanya, pada artikel kali ini aku membahas tentang VPC Peering dan cara membuatnya. Sebelum masuk ke praktek kalian harus tau dahulu apa itu VPC Peering. VPC Peering merupakan fitur AWS yang memungkinkan dua Virtual Private Cloud (VPC) untuk saling terhubung dan berkomunikasi secara privat. Koneksi ini dilakukan melalui jaringan internal AWS, tanpa melewati internet publik. Dengan VPC peering, instance di satu VPC dapat berkomunikasi dengan instance di VPC lain menggunakan <strong>private IP addresses</strong>, seolah-olah mereka berada dalam satu jaringan.</p>



<div class="wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-4 wp-block-group-is-layout-flex">
<p>VPC Peering memiliki beberapa kegunaan yakni:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Keamanan Lebih Baik:
<ul class="wp-block-list">
<li>VPC peering memungkinkan komunikasi antar-VPC <strong>tanpa melalui internet</strong>, sehingga lebih aman karena tidak terekspos ke jaringan publik. Data tetap berada di jaringan internal AWS.</li>
</ul>
</li>



<li>Menghubungkan Aplikasi yang Terdistribusi:
<ul class="wp-block-list">
<li>Jika kamu memiliki arsitektur aplikasi yang terdistribusi di beberapa VPC (misalnya, aplikasi dan database berada di VPC yang berbeda), VPC peering memungkinkan aplikasi-aplikasi tersebut berkomunikasi secara langsung.</li>
</ul>
</li>



<li>Cross-Account Peering:
<ul class="wp-block-list">
<li>Kamu dapat membuat peering antara VPC di akun AWS yang berbeda, memungkinkan kolaborasi antar-tim atau proyek, tanpa harus menggunakan internet publik atau VPN.</li>
</ul>
</li>



<li>Inter-region Peering:
<ul class="wp-block-list">
<li>VPC peering dapat digunakan antar-region (disebut <strong>inter-region VPC peering</strong>), memungkinkan komunikasi privat antar-VPC di region yang berbeda, berguna untuk aplikasi yang beroperasi di beberapa wilayah geografis.</li>
</ul>
</li>



<li>Kontrol Lalu Lintas Jaringan:
<ul class="wp-block-list">
<li>Dengan peering, kamu dapat mengatur route table di setiap VPC untuk memastikan hanya lalu lintas yang diizinkan bisa mengalir melalui peering connection. Ini memberikan kontrol lebih dalam mengelola komunikasi antar-VPC.</li>
</ul>
</li>



<li>Biaya Transfer Data Lebih Rendah:
<ul class="wp-block-list">
<li>Komunikasi antar-VPC dengan VPC peering biasanya lebih hemat biaya dibandingkan menggunakan internet atau VPN, terutama dalam komunikasi antar-region, karena menggunakan jaringan internal AWS.</li>
</ul>
</li>
</ol>
</div>



<div class="wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-5 wp-block-group-is-layout-flex">
<p>Catatan penting</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>VPC peering bersifat <strong>point-to-point</strong>, artinya VPC A bisa berkomunikasi dengan VPC B, tapi tidak bisa meneruskan komunikasi ke VPC C melalui B (no transitive peering).</li>



<li>Kamu perlu mengonfigurasi <strong>route table</strong> dan <strong>security group</strong> di kedua VPC agar komunikasi melalui peering connection diizinkan.</li>
</ul>
</div>



<p>Ok! menurut mu bagaimana? apakah sudah lengkap teori yang aku sampaikan? jika sudah mari lanjut ke praktek. Pastikan kamu sudah memiliki akun AWS. Di artikel ini kita akan membuat dua region yaitu Virginia dan Region Singapore yang memiliki masing-masing satu instance private saling terhubung</p>



<p></p>



<h2 class="wp-block-heading">Membuat Kustom VPC Baru</h2>



<p>Hal pertama yang harus kita lakukan adalah membuat VPC di kedua region. kita akan membuat di region virginia terlebih dahulu!</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1919" height="992" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-2.png" alt="" class="wp-image-203"/></figure>



<p>Cari dahulu service VPC pada kolom pencarian (kotak kuning) setelah itu pilih menu VPCs (kotak orange). Setelah klik menu VPCs maka akan di arahkan ke halaman daftar VPC yang ada, karena kita akan membuat VPC baru, pada bagian kanan atas klik tombol &#8220;Create VPC&#8221; (kotak orange) untuk ke halaman membuat VPC nya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1919" height="986" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-4.png" alt="" class="wp-image-205"/></figure>



<p>Setalah itu, klik &#8220;VPC and more&#8221; untuk mengatur VPC dengan cara yang lebih mudah, seperti gambar dibawah ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1919" height="988" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-6.png" alt="" class="wp-image-207"/></figure>



<p>Untuk pengaturan nya, pertama tentukan nama VPC, pada artikel ini aku menggunakan nama &#8220;new-vpc&#8221;, kemudian tentukan IPv4 CIDR Block, disini aku menggunakan bawaan saja, kemudian Number of Availability Zones (AZs) pilih 1, kemudian Number of public subnets pilih 1, kemudian Number of private subnets pilih 1, NAT Gateway pilih None (karna NAT Gateway itu berbayar), kemudian VPC Endpoint pilih None. lengkap nya seperti gambar dibawah ini.</p>



<div class="wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-7 wp-block-group-is-layout-flex">
<div class="wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-6 wp-block-group-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="516" height="775" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-8.png" alt="" class="wp-image-209"/></figure>
</div>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="542" height="522" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-37.png" alt="Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah image-36.png" class="wp-image-246" style="width:509px;height:auto"/></figure>
</div>



<p>Klik &#8220;Create VPC&#8221; untuk membuat VPC! setelah itu tunggu saja. Klik &#8220;View VPC&#8221; untuk melihat hasil dari VPC yang telah dibuat</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="839" height="571" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-10.png" alt="" class="wp-image-211"/></figure>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1919" height="991" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-11.png" alt="" class="wp-image-212"/></figure>



<p></p>



<h2 class="wp-block-heading">Membuat EC2 Instance Private Dan Public</h2>



<p>Setelah VPC baru dibuat, maka selanjutnya membuat instance pada new-vpc yang baru dibuat. cara nya, cari &#8220;EC2&#8221; pada kolom pencarian lalu klik, maka AWS akan membawa kamu ke halaman EC2.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1204" height="992" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-12.png" alt="" class="wp-image-214"/></figure>



<p>Setelah di arahkan ke halaman instance, klik tombol &#8220;Launch Instance&#8221; pada pojok kanan atas, untuk membuat instance baru. Step selanjutnya aku membuat sebuah instance private.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1919" height="987" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-13.png" alt="" class="wp-image-215"/></figure>



<p>Setelah diklik tentukan nama instance, OS instance (pilih ubuntu dan pastikan free tier), instance type (pastikan free tier), key pair (ssh), network setting. Contoh nya seperti gambar dibawah ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="793" height="274" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-15.png" alt="" class="wp-image-217"/></figure>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="787" height="789" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-16.png" alt="" class="wp-image-218" style="width:794px;height:auto"/></figure>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="785" height="516" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-19.png" alt="" class="wp-image-221" style="width:806px;height:auto"/></figure>



<p>Untuk key pair, kamu bisa &#8220;Create new key pair&#8221;, berikan nama lalu klik &#8220;Create key pair&#8221;.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="599" height="642" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-20.png" alt="" class="wp-image-222"/></figure>



<p>Kemudian pada bagian Network Setting pada kolom VPC, pilih ke VPC yang baru kita buat sebelumnya, kemudian subnet pilih yang ada kata private, kemudian Auto-assign public IP pilih disable (agar tidak diberikan IP publik), kemudian secury group secara default akan menambahkan rules mengizinkan koneksi ssh, tetapi disini aku menambahkan rules mengizinkan ALL ICMP-IPv4 dengan source type Anyware. Lengkap nya tersaji pada gambar dibawah ini.</p>



<div class="wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-8 wp-block-group-is-layout-flex">
<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="780" height="448" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-21.png" alt="" class="wp-image-223"/></figure>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="781" height="841" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-22.png" alt="" class="wp-image-224"/></figure>
</div>



<p>Setelah konfigurasi instance selesai, klik &#8220;Launch instance&#8221; pada kanan pojok bawah.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1919" height="940" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-24.png" alt="" class="wp-image-227"/></figure>



<p>setalah di klik, makan AWS akan membuat instance yang sesuai dengan konfigurasi kita sebelumnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1919" height="984" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-25.png" alt="" class="wp-image-229"/></figure>



<p>Selanjutnya membuat instance publik sebagai bastion host (ini nanti digunakan untuk mengakses instance private), cara nya sama saja beda nya pada saat konfigurasi Network Setting. Di sini aku membuat instance publik dengan nama virginia-instance-2.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="783" height="684" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-26.png" alt="" class="wp-image-230"/></figure>



<p>Uji coba instance, pada instance virginia-instance-2, klik &#8220;Connect&#8221; pada halaman instance.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1919" height="985" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-29.png" alt="" class="wp-image-234"/></figure>



<p>Setelah itu klik &#8220;Connect&#8221; seperti gambar dibawah.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="848" height="988" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-30.png" alt="" class="wp-image-235"/></figure>



<p>Uji coba pertama adalah dengan melakukan ping ke google.com, lalu kedua ping ke instance private</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1919" height="995" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-31.png" alt="" class="wp-image-236"/></figure>



<p>IP instance private adalah 10.0.135.68.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="856" height="659" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-32.png" alt="" class="wp-image-237"/></figure>



<p>Dua uji coba diatas menunjukan bahwa instance publik berhasil terhubung ke internet dan berhasil terhubung ke instance private, untuk instance private tidak bisa dilakukan uji coba seperti instance publik, karena instance private tidak memiliki IP publik. Untuk terhubung ke instance private, cara nya adalah dengan ssh, gunakan ssh pari key yang telah di download secara otomatis sebelumnya. Copy konten keynya lalu salin ke instance publik, berikan izin 400. Cara menggunakannya seperti ini:</p>



<p class="has-text-align-center has-medium-font-size"><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color has-vivid-red-color"><em>ssh -i key.pem ubuntu@10.0.135.68</em></mark></p>



<p>contoh nya seperti ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="695" height="824" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-33.png" alt="" class="wp-image-240"/></figure>



<p>testing ping google.com dan IP private dari instance publik</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="661" height="457" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-34.png" alt="" class="wp-image-241" style="width:706px;height:auto"/></figure>



<p>Pada gambar di atas tersaji informasi bahwa instance private tidak dapat ping google.com dikarenakan tidak memiliki akses internet, tetapi instance private bisa ping ke IP private dari instance publik.</p>



<p>OK sudah selesai sampai disini, untuk tugas kalian, buatkan seperti diatas untuk region kedua! karna aku tidak akan membahas nya untuk kedepan nya. selanjutnya konfigurasi VPS Peering, jadi aku akan menghubungkan instance private yang berbeda region ini dengan VPC Peering.</p>



<p></p>



<h2 class="wp-block-heading">Konfigurasi VPC Peering Antar Region</h2>



<p>Klik tombol &#8220;Search&#8221; pada bagian kanan atas, cari VPC, kemudian pada sidebar pilih menu &#8220;Peering Connections&#8221;. Perlu di artikel ini peering akan dilakukan pada region virginia. Setelah masuk ke menu Peering Connnections, klik tombol &#8220;Create peering connections&#8221; pada pojok kanan atas.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1919" height="993" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-38.png" alt="" class="wp-image-252"/></figure>



<p>Setelah di arahkan ke halaman untuk membuat Peering, isi kolom nama, Select a local VPC, Select another VPC seperti gambar dibawah ini:</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="646" height="676" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-39.png" alt="" class="wp-image-253"/></figure>



<p>Penjelesan</p>



<p>Pada bagian &#8220;Name&#8221; digunakan untuk memberi nama koneksi peering. bagian &#8220;Select a local VPC&#8221; digunakan untuk memilih VPC yang ingin di hubungkan. &#8220;Select a local VPC to peer with&#8221; terdapat VPC ID yaitu ID VPC di region virginia yang sebelum nya kita buat, kemudian bagian &#8220;Select another VPC to peer with&#8221; terdapat Account, pilih saja My Account karna koneksi dari akun yang sedang digunakan, pada bagian region pilih Another Region dikarenakan peering akan dilakukan antar region, kemudian pilih region yang ingin di hubungkan lalu masukan VPC ID region yang ingin dihubungkan. Setelah semua sudah benar, klik tombol &#8220;Create Peering Connection&#8221; pada bagian bawah. Maka hasilnya akan seperti gambar dibawah.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1919" height="679" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-40.png" alt="" class="wp-image-254"/></figure>



<p>Setelah berhasil di buat, silahkan pindah ke region singapore, ke menu Peering Connection, pilih peering connection, klik &#8220;Action&#8221; lalu pilih Accept Request&#8221;. Setalah itu tunggu hingga Provisioning selesai.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1919" height="990" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-41.png" alt="" class="wp-image-256"/></figure>



<p>Jika sudah active, pilih menu Route Tables (region virginia), pilih subnet private, lalu edit routes.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1918" height="993" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-42.png" alt="" class="wp-image-258"/></figure>



<p>Setelah itu add route, masuk kan Destination yaitu CIDR dari VPC region Singapore, lalu target pilih Peering Connection kemudian pilih peering yang telah berhasil di hubungkan sebelumnya, Setelah itu &#8220;Save Changes&#8221;.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1919" height="996" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-43.png" alt="" class="wp-image-259"/></figure>



<p>Lakukan hal yang sama pada region Singapore, pastikan Destination CIRD dari VPC region virginia. </p>



<p></p>



<h2 class="wp-block-heading">Uji Coba Koneksi Peering Antara Instance Private Pada Kedua Region</h2>



<p>Uji coba dilakukan dengan menggunakan bastion host lalu gunakan pair key untuk terhubung ke instance private. Uji coba pertama yaitu instance private dari region singpore ke instance private region virginia.</p>



<p>IP instance private singapore: 192.168.1.74<br>IP instance private virginia: 10.0.135.68</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="719" height="722" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-44.png" alt="" class="wp-image-260"/></figure>



<p>Uji coba kedua yaitu instance private dari region virginia ke instance private region singapore.</p>



<div class="wp-block-group is-vertical is-layout-flex wp-container-core-group-is-layout-9 wp-block-group-is-layout-flex">
<p>IP instance private singapore: 192.168.1.74<br>IP instance private virginia: 10.0.135.68</p>
</div>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="660" height="686" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/image-45.png" alt="" class="wp-image-263" style="width:732px;height:auto"/></figure>



<p>Sekian terima kasih, jika ada pertanyaan, silahkan isi kolom komentar di bawah <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/15.0.3/72x72/1f600.png" alt="😀" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Artikel <a href="https://blog.bhineka-tech.org/2024/10/16/implementasi-vpc-peering-pada-koneksi-antar-private-instance/">Implementasi VPC Peering Pada Koneksi Antar Private Instance: Panduan Lengkap untuk Pemula</a> pertama kali tampil pada <a href="https://blog.bhineka-tech.org">Bhineka blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://blog.bhineka-tech.org/2024/10/16/implementasi-vpc-peering-pada-koneksi-antar-private-instance/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Reverse Engineering pada executable file</title>
		<link>https://blog.bhineka-tech.org/2024/10/02/reverse-engineering-pada-executable-file/</link>
					<comments>https://blog.bhineka-tech.org/2024/10/02/reverse-engineering-pada-executable-file/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[xpl0dec]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2024 23:23:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[cloud]]></category>
		<category><![CDATA[Hacking]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[operating system]]></category>
		<category><![CDATA[Reverse Engineering]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://blog.bhineka-tech.org/?p=99</guid>

					<description><![CDATA[<p>Halo temen temen cyber sec, karena berhubung kemaren lalu aku share suatu challenge dengan kategori Reverse Engineering di group Bhineka Tech jadi disini aku akan ngebahas gimana sih cara solve challenge tersebut. Bisa dibaca pada hint dan deskripsi dari challenge disana tertulis jika kita diharuskan untuk membongkar suatu executable file yang diberikan untuk mendapatkan suatu [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://blog.bhineka-tech.org/2024/10/02/reverse-engineering-pada-executable-file/">Reverse Engineering pada executable file</a> pertama kali tampil pada <a href="https://blog.bhineka-tech.org">Bhineka blog</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Halo temen temen cyber sec, karena berhubung kemaren lalu aku share suatu challenge dengan kategori Reverse Engineering di group Bhineka Tech jadi disini aku akan ngebahas gimana sih cara solve challenge tersebut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-100 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-02-080105.png" alt="" width="705" height="570" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-02-080105.png 705w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-02-080105-300x243.png 300w" sizes="auto, (max-width: 705px) 100vw, 705px" /></p>
<p>Bisa dibaca pada hint dan deskripsi dari challenge disana tertulis jika kita diharuskan untuk membongkar suatu executable file yang diberikan untuk mendapatkan suatu flag dan disitu aku juga menuliskan hint <em>REST API </em>yang nantinya ini bakal berguna saat kita memulai untuk melakukan analysis.</p>
<p>Karena banyak sekali yang mengeluh RE itu suatu topik yang sulit dan memang benar kalo misalkan kita tidak punya pengetahuan dasar jadi disarankan sebelum temen temen belajar Reverse Engineering ada baiknya temen temen mempelajari dulu beberapa konsep dasar dan fundamental tentang programming, memory layouting, cara kerja compiler/linker dan yang lebih penting bagaimana suatu program itu dibuat agar lebih memahami flownya.</p>
<p>Oke kembali ke topik utama, pertama kita lakukan download dulu file .exe pada URL yang diberikan dan langkah awal kita langsung jalankan programnya untuk melihat fungsi dari programnya</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-103 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-02-081745.png" alt="" width="1072" height="677" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-02-081745.png 1072w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-02-081745-300x189.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-02-081745-1024x647.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-02-081745-768x485.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1072px) 100vw, 1072px" /></p>
<p>Programnya sangat sederhana yaitu dalam UI-nya ada textbox dan suatu button dimana jika dilihat pada labelnya kita diharuskan untuk meng-inputkan suatu License Key.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-104 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-02-082227.png" alt="" width="1013" height="260" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-02-082227.png 1013w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-02-082227-300x77.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-02-082227-768x197.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1013px) 100vw, 1013px" /></p>
<p>Jika dilihat pada archive zipnya didalam folder re_chall terdapat 2 libray atau DLL(dynamic library link) yaitu libcurl.dll dan zlib1.dll dimana DLL file ini digunakan untuk external library yang mana function-function dari .dll file ini digunakan didalam source code pada program yang mana jika kita menghapus .dll file ini program akan error, jelas saja karena memang ini file krusial yang di include oleh program.</p>
<p>Disini untuk identifikas awal kita bisa menggunakan command file untuk mengetahui deskripsi dari executable</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-115 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-035552.png" alt="" width="892" height="160" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-035552.png 892w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-035552-300x54.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-035552-768x138.png 768w" sizes="auto, (max-width: 892px) 100vw, 892px" /></p>
<p>Jika dilihat dari output command file menunujukkan <em>x86-64 Mono/.Net assembly </em>yang arinya merupakan binary yang di build diattas plaform .NET dimana .NET merupakan suatu  plaform open source yang menyediakan fungsionalitas seperti libray, dependency, module dsb unttuk membuat suatu aplikasi dan bahkan .NET bisa berajalan pada cross platform.</p>
<p>Disini kitta mengetahui jika executable ini di compile menggunakan .NET SDK jadi untuk memulai RE kita bisa menggunakan tools .NET decompiler dan disini kita akan menggunakan salah satu tools yang powerfull yaitu dnSpy yang berfungsi untuk debugger dan assembly editor pada aplikasi yang di build menggunakan .NET</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-117 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-040917.png" alt="" width="578" height="409" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-040917.png 578w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-040917-300x212.png 300w" sizes="auto, (max-width: 578px) 100vw, 578px" /></p>
<p>Setelah dibuka pada dnSpy kita bisa melihat dan explore component yang digunakan pada program disitu ada berbagai macam, untuk text program menggunakan label, untuk input menggunakan textbox dan disitu juga disertakan name pada masing masing component. Disini kita akan fokus pada submit_click yaitu component button karena kita tau dalam program setelah dilakukan submit button program akan melakukan action untuk validasi license key.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-118 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-041515.png" alt="" width="1290" height="600" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-041515.png 1290w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-041515-300x140.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-041515-1024x476.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-041515-768x357.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1290px) 100vw, 1290px" /></p>
<p>Hasil decompile dari code yang terdapat pada form submit_click yang pastinya sangat tidak readable ya disini karena hasil decompiling ini merupakan suatu pseudo code bukan code aslinya jadi kita akan melakukan static analysis manual dengan mencoba membaca result codenya</p>
<p>Disini sangat jelas jika program menggunakan bahasa c++ karena ada beberapa namespace c++ yang dipanggil seperti std::char dan std::string.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-119 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-042102.png" alt="" width="1009" height="394" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-042102.png 1009w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-042102-300x117.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-042102-768x300.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1009px) 100vw, 1009px" /></p>
<p>Saat melakukan source code review disini ditemukan suatu instansiasi libcurl bisa terlihat pada function curl_easy_init() dan curl_easy_setopt, seperti yang tertulis pada hint yaitu REST API yang mungkin program melakukan suatu request HTTP jadi mari coba kita lakukan capture pada wireshark</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-122 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-042745.png" alt="" width="1165" height="388" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-042745.png 1165w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-042745-300x100.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-042745-1024x341.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-042745-768x256.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1165px) 100vw, 1165px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan tidak ada result pada saat di filter di protocol HTTPhmm jadi mungkin saja memang host sudah memakai SSL jadi kita coba saja filter menggunakan protocol SSL/TLS</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-123 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043053.png" alt="" width="1268" height="425" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043053.png 1268w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043053-300x101.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043053-1024x343.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043053-768x257.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1268px) 100vw, 1268px" /></p>
<p>dan ya banyak sekali outputnya jadi kita perlu melakuan filter manual untuk menemukan suatu endpoint REST API dan karena memakai SSL semua request di enkripsi jadi disini kita tidak bisa melihat raw plain-text dari http request tapi dari sini kita bisa menemukan IP address beserta alamat port yang digunakan pada program</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-124 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043438.png" alt="" width="945" height="431" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043438.png 945w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043438-300x137.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043438-768x350.png 768w" sizes="auto, (max-width: 945px) 100vw, 945px" /></p>
<p>Jika kita melihat lagi lebih jauh disini ditemukan ada suatu SSL handshaking pada IP address 103.84.207.73 di pot 3000 dan jika kita melihat SNI(server name indication) yang merupakan extension dari protokol TLS yang menunjukkan cyber-uph.lol jadi kita akan coba akses melaui browser pada https://cyber-uph.lol:3000</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-125 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043833.png" alt="" width="1882" height="915" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043833.png 1882w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043833-300x146.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043833-1024x498.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043833-768x373.png 768w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-043833-1536x747.png 1536w" sizes="auto, (max-width: 1882px) 100vw, 1882px" /></p>
<p>Tetapi pada saat diakses dari browser di homepage-nya terdapat response 404 dan juga pada header http disana ter-include <em>X-Powered-By: Express </em>yang bisa disimpulkan jika backend dibuat menggunakan node.js framework yaitu express.</p>
<p>Disini kita perlu mengetahui path endpoint yang digunakan untuk melakukan validasi license key jadi kita akan melakukan analysis lebih lanjut lagi pada program dan jika kita mencoba membaca pada instance curl kita menemukan deklarasi URL di function curl_easy_setopt</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-127 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-045618.png" alt="" width="956" height="146" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-045618.png 956w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-045618-300x46.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-045618-768x117.png 768w" sizes="auto, (max-width: 956px) 100vw, 956px" /></p>
<p>yang mana stiring <strong>??_C@_0CH@MEIFFGMC@https?3?1?1cyber?9uph?4lol?33000?1priv@</strong> jika kita bersihkan menjadi https://cyber-uph.lol:3000/priv dan pada saat diakses tetap saja response masih menunjukkan 404 jadi cara cepatnya kita bisa menggunakan utility string dan grep pada string cyber-uph.lol</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-128 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-045957.png" alt="" width="733" height="224" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-045957.png 733w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-045957-300x92.png 300w" sizes="auto, (max-width: 733px) 100vw, 733px" /></p>
<p>Dan sekarang ditemukan endpoint yang benar dan langsung coba kita akses pada browser</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-129 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-050050.png" alt="" width="1878" height="646" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-050050.png 1878w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-050050-300x103.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-050050-1024x352.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-050050-768x264.png 768w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-050050-1536x528.png 1536w" sizes="auto, (max-width: 1878px) 100vw, 1878px" /></p>
<p>Sepertinya memerlukan semacam authorization untuk mengakses endpoint /privateData dimana hal ini disebut basic http authentication jadi kita memerlukan suatu credential agar bisa mengakses endpoint tersebut jadi kita perlu analisys lagi</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-131 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-050632.png" alt="" width="935" height="95" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-050632.png 935w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-050632-300x30.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-050632-768x78.png 768w" sizes="auto, (max-width: 935px) 100vw, 935px" /></p>
<p>Jika kita explore lagi pada pseudo code kita bisa melihat disana ada suatu user defined function yaitu base64coyy yang kemungkinan besar program melakukan encode dan decode memakai base64</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-132 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-051317.png" alt="" width="943" height="496" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-051317.png 943w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-051317-300x158.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-051317-768x404.png 768w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-051317-720x380.png 720w" sizes="auto, (max-width: 943px) 100vw, 943px" /></p>
<p>Nah disini ada suatu deklarasi array dan juga while loop untuk operasi string dimana kita bisa melihat dari string yang di assign pada variable untuk membaca string kita perlu mengikuti pola decompiler</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-133 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-051559.png" alt="" width="773" height="421" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-051559.png 773w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-051559-300x163.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-051559-768x418.png 768w" sizes="auto, (max-width: 773px) 100vw, 773px" /></p>
<p>Kita bisa melihat pola string seperti <strong>??_C@_0L@KGCJHHFD@keyLicense@; </strong>yang sebenarnya string asli merupakan KeyLicense jadi patternya ??_@string_sampah@string_aslinya@ jadi kita bisa langsung mengambil string aslinya</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-134 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-052437.png" alt="" width="673" height="489" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-052437.png 673w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-052437-300x218.png 300w" sizes="auto, (max-width: 673px) 100vw, 673px" /></p>
<p>Jika kita melihat pada operasi berikut sederhananya operasi tersebut melakukan append string karena memang hasil dari decompile terlihat sangat rumit jadi kita sekarang mencoba membuka pada hex editor dari string tersebut</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-135 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-053008.png" alt="" width="486" height="151" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-053008.png 486w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-053008-300x93.png 300w" sizes="auto, (max-width: 486px) 100vw, 486px" /></p>
<p>Karena tadi kita mendapatkan petujuk yaitu function base64coyy sekarang kita perlu identifikasi string dengan encoding base64 dan kita menemukan 3 string yaitu:</p>
<p>y92cwwGZ</p>
<p>uxWYrFmYhJl</p>
<p>cwMXYn5GM3pDajVGdphmY</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-136 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-053503.png" alt="" width="653" height="182" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-053503.png 653w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-053503-300x84.png 300w" sizes="auto, (max-width: 653px) 100vw, 653px" /></p>
<p>Tetapi pada saat dilakukan decode encoding bukan base64 dan menampilkan invalid input</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-138 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-053728.png" alt="" width="908" height="376" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-053728.png 908w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-053728-300x124.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-053728-768x318.png 768w" sizes="auto, (max-width: 908px) 100vw, 908px" /></p>
<p>Dan jika kita melihat lagi pada source code terdapat function strrev yang mengambil argument dari string base64 yang di append jadi kita bisa coba melakukan reverse/membalikkan string agar dapat kita lakukan decoding</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-139 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-054940.png" alt="" width="636" height="345" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-054940.png 636w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-054940-300x163.png 300w" sizes="auto, (max-width: 636px) 100vw, 636px" /></p>
<p>Saat dilakukan pembalikkan string, kita berhasil melakukan decode dengan plaint-text bhitech:w0ngas0rRabakalndl0sor jadi memang pada http auth username dan password dilakukan pemisahan pada character : artinya berarti bhitech merupakan username dan w0ngas0rRabakalndl0sor adalah passwordnya jadi langsung kita coba pada http auth</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-140 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-055219.png" alt="" width="1723" height="467" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-055219.png 1723w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-055219-300x81.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-055219-1024x278.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-055219-768x208.png 768w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-055219-1536x416.png 1536w" sizes="auto, (max-width: 1723px) 100vw, 1723px" /></p>
<p>hmm ternyata masih gagal atau username/password salah yang berarti analysis static saja belum cukup jadi kita langsung mulai menggunakan x64dbg untuk analysis dynamic yaitu analysis program pada saat runtime/berjalan</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-141 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-055710.png" alt="" width="1123" height="579" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-055710.png 1123w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-055710-300x155.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-055710-1024x528.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-055710-768x396.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1123px) 100vw, 1123px" /></p>
<p>Kita buka dan running pada x64dbg dan melihat behaviour pada program saat berjalan, lalu kita trace dan melihat informasi data di stack dan memory</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-142 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060101.png" alt="" width="886" height="221" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060101.png 886w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060101-300x75.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060101-768x192.png 768w" sizes="auto, (max-width: 886px) 100vw, 886px" /></p>
<p>Disini kita menemukan string base64 encode beserta plaintext-nya yaitu YmhpdGVjaDp3MG5nYXMwclJhYmFrYWxuZGwwc29y dan bhitech:w0ngas0rRabakaln artinya sebenarnya flow kita memang sudah benar tetapi compiler dan linker memotong string password yang sebenernya w0ngas0rRabakalndl0sor menjadi w0ngas0rRabakaln</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-143 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060641.png" alt="" width="1894" height="693" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060641.png 1894w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060641-300x110.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060641-1024x375.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060641-768x281.png 768w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060641-1536x562.png 1536w" sizes="auto, (max-width: 1894px) 100vw, 1894px" /></p>
<p>Pada saat login menggunakan credential yang kita dapatkan hasilnya valid dan bisa dilihat REST API tersebut menyimpan kumpulan license key dan sekarang kita coba ambil 1 untuk diinputkan pada program</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-145 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060835.png" alt="" width="982" height="491" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060835.png 982w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060835-300x150.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060835-768x384.png 768w" sizes="auto, (max-width: 982px) 100vw, 982px" /></p>
<p>Dan kita coba cek dari footer response API untuk mendapatkan flagnya</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-146 size-full" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060926.png" alt="" width="1031" height="167" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060926.png 1031w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060926-300x49.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060926-1024x166.png 1024w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/10/Screenshot-2024-10-03-060926-768x124.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1031px) 100vw, 1031px" /></p>
<p><strong>bhitech{Al0n-al0n-pok0k-k3l4k0n}</strong></p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Oke jadi itu saja mungkin WriteUP pada challenge RE kali ini semoga teman teman banyak belajar juga dan lebih memahami konsep Reverse Engineering. ya sebenarnya ada reward 70K untuk yang pertama kali solve tapi berhubung tidak ada yang solve jadi uangnya mungkin nanti ku pake beli kopi golda sama rokok dan bengong mikirin dunia didepan indomaret aja hehe<strong><br />
</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>&#8220;Kamu tidak perlu menjadi luar biasa untuk memulai, tapi kamu harus memulai untuk menjadi luar biasa.&#8221;</em> <strong>&#8211; Zig Ziglar</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://blog.bhineka-tech.org/2024/10/02/reverse-engineering-pada-executable-file/">Reverse Engineering pada executable file</a> pertama kali tampil pada <a href="https://blog.bhineka-tech.org">Bhineka blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://blog.bhineka-tech.org/2024/10/02/reverse-engineering-pada-executable-file/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Amazon Web Services (AWS)</title>
		<link>https://blog.bhineka-tech.org/2024/09/12/mengenal-amazon-web-services-aws/</link>
					<comments>https://blog.bhineka-tech.org/2024/09/12/mengenal-amazon-web-services-aws/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[cicak]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 07:57:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[cloud]]></category>
		<category><![CDATA[technology]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://blog.bhineka-tech.org/?p=55</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Pendahuluan Amazon Web Services (AWS) adalah salah satu penyedia layanan cloud computing terkemuka di dunia. Dikenal karena kemampuannya yang luas, skalabilitas, dan fleksibilitas, AWS memungkinkan bisnis dan individu untuk mengakses berbagai layanan teknologi tanpa perlu investasi besar dalam infrastruktur fisik. Apa Itu Amazon Web Service? AWS merupakan sebuah platform cloud yang dikembangkan oleh Amazon.com. [&#8230;]</p>
<p>Artikel <a href="https://blog.bhineka-tech.org/2024/09/12/mengenal-amazon-web-services-aws/">Mengenal Amazon Web Services (AWS)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://blog.bhineka-tech.org">Bhineka blog</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2><strong><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-71 aligncenter" src="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/media_1649ebc3fbbce0df508081913819d491fc3f7c7a9-300x169.png" alt="https://blog.adobe.com/en/publish/2021/08/31/media_1649ebc3fbbce0df508081913819d491fc3f7c7a9.png?width=750&amp;format=png&amp;optimize=medium" width="580" height="327" srcset="https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/media_1649ebc3fbbce0df508081913819d491fc3f7c7a9-300x169.png 300w, https://blog.bhineka-tech.org/wp-content/uploads/2024/09/media_1649ebc3fbbce0df508081913819d491fc3f7c7a9.png 750w" sizes="auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px" /></strong></h2>
<p>&nbsp;</p>
<h2><strong>Pendahuluan</strong></h2>
<p style="text-align: left;">A<em>mazon Web Services</em> (AWS) adalah salah satu penyedia layanan cloud computing terkemuka di dunia. Dikenal karena kemampuannya yang luas, skalabilitas, dan fleksibilitas, <em>AWS</em> memungkinkan bisnis dan individu untuk mengakses berbagai layanan teknologi tanpa perlu investasi besar dalam infrastruktur fisik.</p>
<h3>Apa Itu Amazon Web Service?</h3>
<p>AWS merupakan sebuah platform <em>cloud</em> yang dikembangkan oleh <em>Amazon.com</em>. Diluncurkan pada 2006, <em>AWS</em> menyediakan berbagai layanan yang mencakup penyimpanan, komputasi, basisdata, analitik, jaringan, keamanan, dan banyak lagi. <em>AWS</em> dirancang untuk memungkinkan organisasi dari semua ukuran untuk menggunakan sumber daya komputer secara efisien dan efektif dengan model pembayaran berdasarkan penggunaan.</p>
<h3>Layanan Di Dalam AWS</h3>
<ol>
<li>Amazon EC2 (Elastic Compute Cloud)</li>
<li>Amazon S3 (Simple Storage Service)</li>
<li>Amazon RDS (Relational Database Services</li>
<li>Amazon Lambda</li>
<li>Amazon VPC (Virtual Private Cloud)</li>
<li>Amazon DynamoDB</li>
<li>AWS CloudFormation</li>
<li>AWS IAM (Identity and Access Management)</li>
</ol>
<p>Artikel <a href="https://blog.bhineka-tech.org/2024/09/12/mengenal-amazon-web-services-aws/">Mengenal Amazon Web Services (AWS)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://blog.bhineka-tech.org">Bhineka blog</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://blog.bhineka-tech.org/2024/09/12/mengenal-amazon-web-services-aws/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
